Upacara Tiwah Tradisi Sakral Masyarakat Dayak

Upacara Tiwah Tradisi Sakral Masyarakat Dayak

PALANGKA RAYA, LELEMUKU.COM – Upacara Tiwah merupakan ritual sakral bagi penganut agama Kaharingan di Kalimantan Tengah. Upacara ini dilakukan untuk memindahkan tulang belulang keluarga yang telah meninggal ke tempat peristirahatan terakhir yang disebut sandung. Tiwah menjadi salah satu tradisi paling penting dalam kehidupan masyarakat Dayak.

Kaharingan merupakan kepercayaan asli suku Dayak Kalimantan Tengah yang telah ada sejak berabad-abad silam. Sebelum masuknya agama Islam dan Kristen, sebagian besar penduduk Kalimantan Tengah menganut Kaharingan. Kini, Kaharingan telah dimasukkan dalam kategori agama Hindu dan penganutnya tersebar di daerah hulu sungai Kahayan, Katingan, dan sungai lainnya.

Selain Tiwah, terdapat berbagai upacara adat lainnya seperti Wara, Balian, Mamapas Lewu, Ijambe, dan Tampung Tawar. Upacara-upacara ini masih dilestarikan oleh masyarakat Dayak sebagai bagian dari warisan budaya leluhur. Setiap upacara memiliki makna dan tujuan tersendiri, mulai dari pengobatan, menolak bala, hingga menghormati arwah leluhur.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendukung pelestarian tradisi ini sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah. Keberagaman upacara adat ini menjadi salah satu daya tarik wisata budaya yang unik dan hanya dapat ditemukan di Kalimantan Tengah. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya